Sebelum Operasi, Perlu Periksa Gigi

Minggu, Januari 25, 2009 ·

SEBELUM OPERASI, PERLU PERIKSA GIGI

Kalau gigi sehat dan tertata rapi, pasti terlihat indah. Senyuman pun menawan seperti bintang iklan pasta gigi. Tetapi, kalau gigi rusak, tak ada lagi yang indah untuk dilihat. Sudah begitu, bisa jadi sumber penyakit pula. Karena itu pula, pasien yang jantungnya tak normal harus merawat gigi dulu sebelum menjalani operasi jantung. Gigi bisa berhubungan dengan jantung, mana mungkin ?

Sekilas memang seperti tak berhubungan. Tetapi, kelainan pada gigi bisa menjadi focal infeksi. Focal infeksi berarti sumber infeksi yang bisa menyebabkan infeksi di tempat (organ) lain.

Banyak penyakit. Tak hanya berbahaya bagi jantung. Gigi yang rusak atau mengalami infeksi bisa juga berbahaya bagi organ tubuh lain. Selain gigi rusak, gigi terbenam bisa menjadi penyebab munculnya gangguan-gangguan tersebut.

  1. Kulit. Pada kulit, infeksi pada gigi rusak bisa juga menyebabkan dermatitis (radang kulit) yang sangat kronis alias tak sembuh-sembuh.
  2. Mata. Lebih ngeri lagi, gigi rusak bisa juga menimbulkan peradangan pada mata.
  3. Saraf. Persarafan pun bisa terganggu yang bisa berwujud sakit kepala kronis. Atau, bisa pula berwujud migraine (sakit kepala sebagian). Demam, juga bisa dikarenakan kondisi yang tidak beres.
  4. Tulang. Demikian pula., kelainan yang mucul pada tulang atau persendian, bisa karena gigi. Termasuk gangguan pada system THT (Telinga, Hidung dan Tenggorokan) seperti sinusitis atau tinitus (telingan berdenging).

Dibuang. Gigi-gigi yang rusak atau terbenam ini berbahaya bagi penderita jantung. Oleh karena itu, biasanya, dalam setiap operasi beresiko tinggi, gigi seperti itu terpaksa dibuang. Hal tersebut untuk mempersiapkan kondisi pasien sebaik mungkin sehingga semua sumber infeksi pada pasien itu hilang.

Dengan dibuangnya gigi itu, kemungkinan terjadinya infeksi bisa diminimalkan. Jadi, meskipun gigi yang busuk atau mati itu tidak menimbulkan rasa sakit pada pasien, tetap dibuang. Selain itu, juga untuk mencegah agar gigi di dekat tidak ikut rusak.

Ini karena rasa sakit sangat tergantung pada daya tahan tubuh penderita. Tetapi, jangan lupa. Suatu saat, ketika daya tahan tubuh drop (turun) rasa sakit akan muncul.

Emergency. Bagaimana kalau kondisi darurat dan pasien harus segera dioperasi ? kasus seperti itu memang perkecualian. Kalau kondisi darurat, mau tak mau, pasien harus segera dioperasi. Tapi, pasien dilindungi dengan antibiotik.

Pertanyaannya, mungkin, bagaimana kalau kondisi ini terjadi pada anak-anak ? Kalau memang belum tumbuh, tak perlu diperiksa. Kecuali, kalau gigi si kecil sedang mau tumbuh. Tandanya gusinya berwarna pucat, tebal dan keras.

Peluang Infeksi Jantung 30 Persen

Ah, itu hanya akal-akalan dokter gigi biar banyak pasiennya. Kenyataannya, dokter spesialis jantung pun menganjurkan demikian. Soalnya, infeksi yang ada di gigi kan tergolong focal infection.

Mungkin tak selalu harus dicabut. Kalau masih mungkin, dirawat saja cukup. Misalnya, ditambal. Tetapi, kalau memang sudah rusak berat, memang terpaksa dibuang.

Soalnya, dalam prakteknya, focal infeksi ini bisa menyebabkan endokarditis. Angkanya sampai 30 persen. Endokarditis adalah infeksi pada jantung. Makanya, semua focal infeksi harus dihilangkan dulu sebelum operasi jantung ini. Tak peduli, apakah focal infeksi itu terjadi pada gigi, THT atau organ lainnya.

0 komentar:

Tentang Blog ini

Blog ini berisi berbagai macam hal yang sudah lama ingin saya tulis, ingin saya sharing dengan everyone di jagat maya. Mungkin tidak semuanya adalah hasil tulisan saya sendiri, bisa juga berasal dari tulisan orang lain, tapi yang pasti semoga segala yang diposting di blog ini membawa manfaat untuk pembacanya. Dan jangan lupa, untuk ngasi komentarnya ya.....

Site Sponsors

Guest Book


ShoutMix chat widget